MENGENAL MANFAAT DAN TUJUAN DALAM PENERAPAN MANAJEMEN KEUANGAN BAGI SEBUAH PERUSAHAAN

4652706_25cbe43c-471e-4a0f-b729-f4578f31939a

Manajemen Keuangan bagi kebanyakan perusahaan merupakan alat yang bertujuan untuk mengontrol sebagian besar kegiatan manajemen dan manajemen puncak. Manajemen Keuangan juga sudah menjadi salah satu tanggungjawab yang terpenting dari pihak pemilik dan manajer perusahaan. Mereka harus mampu dalam mempertimbangkan berbagai macam konsekuensi dari setiap keputusan dari manajemen mereka terhadap laba, arus kas, dan pada keseluruhan kondisi keuangan milik perusahaan. Hal ini dikarenakan berbagai kegiatan dari setiap aspek-aspek bisnis yang berdampak pada setiap kinerja keuangan milik perusahaan. Berabgai aktivitas Manajemen Keuangan juga harus dievaluasi dan dikendalikan secara rutin oleh seorang pemilik dan manajer perusahaan agar tujuan dalam Manajemen Keuangan itu sendiri dapat tercapai.

Data dari Manajemen Keuangan akan menampilkan setiap masing-masing ringkasan statistik terhadap pemilik dan dan manajer dengan tujuan untuk menilai tingkat efektivitas dan efisiensi perusahaan mereka. Banyak diantara para pebisnis yang menggunakan alat atau software keuangan yang lebih memungkinkan bagi si pemilik dan manajer dalam mengakses dan menggunakan teknik manajemen yang sebelumnya sudah teruji untuk tujuan  meningkatkan kegiatan operasional perusahaan mereka.

Manajemen-KeuanganFungsi Utama Manajemen Keuangan Bagi Perusahaan

1. Digunakan sebagai siklus utama dari arus kehidupan keuangan perusahaan.

Sebagian besar perusahaan mengalami kerugian dan arus kas menjadi negatif selama masa periode berjalan. Manajemen keuangan sangatlah penting untuk menanggulangi hal-hal tersebut. Pihak manajer harus benar-benar bisa memastikan bahwa mereka memang sudah memiliki cukup dana untuk membayar karyawan dan para pemasok, meskipun mereka memiliki lebih banyak kas keluar daripada kas masuknya pada periode awal perusahaan tersebut dibangun. Maka hal ini berarti seorang pemilik memang harus membuat proyeksi keuangan dari arus kas yang negatif yang selama ini sudah terjadi, sehingga dia akan memiliki ide sendiri tentang seberapa banyak modal yang nantinya akan dibutuhkan untuk mendanai bisnis agar bisa sampai  membalikkan keadaan.

Ketika sebuah perusahaan sudah mulai tumbuh dan berkembang, maka perusahaan tersebut akan membutuhkan lebih banyak uang tunai untuk membiayai pertumbuhannya. Perencanaan dan penganggaran untuk berbagai macam kebutuhan keuangan ini memang sangatlah penting. Memutuskan untuk mendanai berbagai macam ekspansi dari kas internal atau dengan cara meminjam uang dari pihak kreditur merupakan keputusan yang nantinya akan dibuat oleh pihak manajer keuangan. Manajemen Keuangan juga akan menemukan sumber dana yang paling tepat dengan biaya yang terendah, mengendalikan biaya modal perusahaan dan tidak sampai membiarkan leverage agar menjadi terlalu tinggi dengan cara mencari pinjaman-pinjaman yang beresiko terlalu tinggi.

2. Manajemen keuangan dalam berbagai aktivitas operasional yang normal.

Dalam berbagai macam aktivitas operasional normal, perusahaan yang menyediakan produk atau jasa, akan melakukan penjualan kepada para pelanggannya, mengumpulkan uang dan mengulang kembali siklus tersebut. Manajemen Keuangan yang menggerakkan uang kas secara lebih efisien melalui siklus tersebut. Maka hal ini berarti bahwa mengelola rasio omzet bahan baku dan persediaan barang jadi, menjual kepada para pelanggan, mengumpulkan piutang dengan tepat waktu, dan memulai lagi siklusnya sejak dari awal dengan cara membeli lebih banyak bahan baku.

Sementara itu, sebuah bisnis harus membayar berbagai macam biaya dan tagihan-tagihan. Semua ini tentu saja harus dibayar dengan uang kas dan juga tetap dibutuhkan strategi Manajemen Keuangan yang lebih tepat untuk memastikan bahwa arus kas mampu mengalir secara lebih efisien. Manajemen Keuangan juga lebih banyak digunakan untuk mengatasi berbagai macam permasalahan faktor eksternal, yaitu tentang kondisi ekonomi yang akan terus berfluktuatif. Manajemen bisnis harus merencanakan untuk memiliki likuiditas yang cukup ketika dipaksa harus menghadapi penurunan kondisi perekonomian. Jika tidak, maka bisnis tersebut mungkin saja akan mengalami kebangkrutan, karena kekurangan uang kas dalam menutup berbagai macam biaya operasional.

3. Pelaporan berbagai macam kegiatan operasional bisnis.

Setiap perusahaan harus bertanggungjawab untuk menyediakan laporan operasionalnya. Para pemegang saham dan investor tentunya ingin melihat berbagai informasi tentang pengembalian dan keamanan dana investasi mereka. Manajer tetap membutuhkan jenis laporan lain dengan adanya indikator dari kinerja dan performa utama yang bertujuan untuk mengukur berbagai aktivitas dari berbagai macam divisi perusahaan. Selain itu, sistem Manajemen Keuangan yang lebih komprehensif akan mampu menghasilkan berbagai macam jenis laporan seperti yang dibutuhkan oleh semua pengguna Laporan Keuangan (investor, kreditur, pemegang saham, dan pihak-pihak lainnya).

4. Pengarsipan, Pelaporan, dan juga Pembayaran Pajak perusahaan.

Pihak emerintah akan selalu ada untuk mengumpulkan pajak dari setiap macam jenis-jenis perusahaan. Fungsi utama dari Manajemen Keuangan ini salah satunya adalah untuk merencanakan dan membayar pajak perusahaan secara lebih tepat waktu.

Jika Anda merasa tertarik dengan software accounting, konsultasi seputar manajemen, strategi HR (Human Resource) dan yang lainnya, Maka Groedu Consultanlah solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Tim kami akan siap membantu Anda dan kami tunggu kabar baiknya dari Anda.