APA SAJA RUANG LINGKUP MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI?

20130503_GREEN_TEA_Produksi_36_ribu_Botol_per_jam_3738

Pada kesempatan ini konsultan manajemen autopilot Surabaya, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang dan Denpasar sedang mengulas artikel terkait manajemen produksi dan operasi. Artikel kami paparkan di bawah ini.
Manajemen produksi dan operasi merupakan kegiatan yang mencakup bidang yang cukup luas, dimulai dari penganalisaan dan penetapan keputusan saat dimulai kegiatan produksi dan operasi yang umumnya bersifat keputusan keputusan jangka panjang serta keputusan keputusan pada waktu menyiapkan dan melaksanakan kegiatan produksi dan pengoperasiannya yang umumnya bersifat keputusan jangka pendek. Dari uraian tersebut dapat anda lihat bahwa manajemen produksi dan operasi sebenarnya meliputi kegiatan penyiapan site, produksi dan operasi, dan kegiatan pengoperasian sistem produksi dan operasi.
Sementara dalam pembahasan kali ini, seperti yang telah di utarakan di atas maka ruang lingkup manajemen produksi dan operasi akan mencangkup perancangan atau penyiapan sistem produksi dan operasi akan mencangkup perancangan atau penyiapan sistem produksi dan operasi, serta pengoperasian dari sistem produksi dan operasi. Pembahasan dalam perancangan atau desain dan sistem produksi dan operasi meliputi :
1. Selesksi dan rancangan atau desain hasil produksi
Kegiatan produksi dan operasi harus dapat menghasilkan produk, berupa barang atau jasa secara efektif dan efisien. Serta dengan mutu atau kualitas yang baik. Oleh karena itu setiap kegiatan produksi dan operasi harus dimulai dari penyeleksian dan perancangan produk yang akan dihasilkan. Kegiatan ini harus diawali dengan kegiatan kegiatan penelitian atau riset serta usaha usaha pengembangan produk yang sudah ada. Dengan hasil riset dan pengembangan produk ini, maka diseleksi dan diputuskan produk apa yang akan dihasilkan dan bagaimana desain dari produk itu, yang menggambarkan pula spesifikasi dari produk tersebut. Untuk penyeleksian dan perancangan produk, perlu diterapkan konsep konsep standarisasi, simplifikasi dan spesialisasi.
2. Seleksi dan perancangan proses dan peralatan
Setelah produk dirancang, maka kegiatan berikutnya yang harus dilakukan untuk merealisasikan usaha untuk menghasilkan adalah menentukan jenis proses yang akan dipergunakan serta peralatannya. Dalam hal ini kegiatan harus dimulai dari penyeleksian dan pemilihan akan jenis proses yang akan dipergunakan, yang tidak terlepas dengan produk yang akan dihasilkan.
3. Pemilihan lokasi dan site perusahaan dan unit produksi
Kelancaran produksi dan operasi perusahaan sangat dipengaruhi oleh kelancaran mendapatkan sumber sumber bahan dan masukan (input) serta ditentukan oleh kelancaran dan biaya penyampaian atau supply produk yang dihasilkan berupa barang jadi atau jasa ke pasar.

4. Rancangan tata letak (layout) dan arus kerja atau proses
Kelancaran dalam proses produksi dan operasi ditentukan pula oleh salah satu faktor yang terpenting di dalam perusahaan atau unit produksi, yaitu rancangan tata letak (layout) dan arus kerja atau proses. Rancangan tata letak harus mempertimbangkan berbagai faktor antara lain adalah kelancaran arus kerja, optimalisasi dari waktu pergerakan dalam proses, kemungkinan kerusakan yang terjadi karena pergerakan dalam proses akan meminimalkan biaya yang timbul dari pergerakan dalam proses atau material handling.
5. Rancangan tugas pekerjaan
Rancangan tugas pekerjaan merupakan bagian yang integral dari rancangan sistem. Dalam melaksanakan fungsi produksi dan operasi, maka organisasi kerja harus disusun, karena organisasi kerja sebagai dasar pelaksanaan tugas pekerjaan, merupakan alat atau wadah kegiatan yang hendaknya dapat membantu pencapaian tujuan perusahaan atau unit produksi dan operasi tersebut. Rancangan tugas pekerjaan harus merupakan suatu kesatuan dari human engineering, dalam rangka untuk menghasilkan rancangan kerja yang optimal.
6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas
Dalam rancangan sistem produksi dan operasi harus disusun dengan landasan strategi produksi dan operasi yang disiapkan terlebih dahulu. Dalam strategi produksi dan operasi harus terdapat pernyataan tentang maksud dan tujuan dari produksi dan operasi, serta misi dan kebijakan-kebijakan dasar atau kunci untuk lima bidang yaitu proses, kapasitas, persediaan, tenaga kerja dan mutu atau kualitas.

Semoga artikel pendek ini bermanfaat bagi pembaca. Apabila pembaca ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas atau membutuhkan pembimbinghan dalam pembuatan SOP yang terintegrasi mulai produksi, Finance & accounting, Marketing, Gudang dan logistik, R&D, beserta HRD silahkan hubungi kami di groedu@gmail.com atau kontak kami di 081-252982900. Kami siap membantu.