MAJAMENEN SISTEM PADA KINERJA INDUSTRI JEPANG

BN-KO050_0930je_M_20150929230655

Kita semua mungkin sudah tahu bahwa Jepang merupakan negara maju dengan berbagai industri yang kini produknya bisa dirasakan dibanyak negara termasuk Indonesia. Tentu saja kemajuan industri di Jepang selalu dikaitkan dengan budaya dan sistem yang diterapkan dalam setiap industri atau perusahaan. Kebudayaan ini memiliki dampak yang sangat luas pada kualitas pengambilan keputusan eksekutif, perencanaan perusahaan, produktivitas pekerja, serta berbagai poin lainnya. Dalam artikel kali ini akan kami bahas tiga budaya jepang yang berdampak positif pada industri yang dikelola.

Hokouku
Hokouku merupakan Bahasa Jepang yang diartikan sebagai respon terhadap pekerjaan yang diberikan pimpinan. Respon ini harus dilakukan dan dikoordinasikan setiap saat. Pada budaya Hokouku ini, karyawan akan diberikan tanggung jawab untuk senantiasa aktif mencari informasi, dan tidak dianjurkan untuk menunggu instruksi, para karyawan dianjurkan untuk “menjemput bola” informasi. Melalui hal ini biasanya terdapat 3 informasi yaitu Bad, Normal, dan Good News. Setelah mengetahui adanya berbagai informasi tersebut, selanjutnya pimpinan akan menginstruksikan agar memprioritaskan bagian mana yang perlu untuk segera diatasi.

Renraku
Istilah renraku sendiri adalah sebuah pesan tentang kondisi aktual terkait pekerjaan yang dilakukan dengan pihak tertentu. Hal ini akan memberikan tanggung jawab besar pada seluruh karyawan agar tidak menganggap remeh segala kondisi masalah meski sekecil apapun. Para karyawan dituntut untuk memvalidasi berbagai kondisi tersebut sebelum akhirnya memberikan laporan pada pimpinan.

Baca juga : HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT: METODE-METODE AKURAT UNTUK PENILAIAN KINJERJA KARYAWAN

Soudan
Setiap karyawan pasti akan mengalami bingung kala diminta untuk mengambil sebuah keputusan dalam suatu pekerjaan, karena terdesak dan harus segera memutuskan maka banyak karyawan salah mengambil keputusan yang tepat. Sehingga untuk mengkondisikan hal ini, maka industri Jepang membuat budaya Soudan, yaitu proses menerima masukan sebagai bahan pertimbangan. Mungkin beberapa kesalahan dalam indutri Jepang merupakan hal yang paling menakutkan, karena beberapa manajemen telah menerapkan kebijakan untuk melimpahkan kesalahan pada karyawan. Dan tentu bisa kemungkinan karyawan harus mengganti rugi dari kesalalahan yang mereka buat.

Download E-Book : Market Intellegence (Mengaplikasikan Spionase pada Pemasaran Masa Kini)

Demikianlah tiga budaya industri Jepang yang dapat memicu kinerja perusahaan dengan baik. Dan apabila anda membutuhkan informasi lebih detil tentang artikel ini, atau membutuhkan pendampingan dan pelatihan untuk bisnis anda. Silahkan hubungi kami di gmail groedu@gmail.com, atau bisa langsung hubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami konsultan manajemen usaha Surabaya siap membantu anda. Sekian informasi dari kami, terimakasih dan semoga bermanfaat.