
Selama ini mungkin Anda hanya mengetahui bahwa wawancara kerja (interview) saja yang terdiri dari proses tanya jawab antara kandidat pekerja dan pemilik perusahaan. Memang pada dasarnya hal itulah yang sering terjadi, namun tahukah Anda bahwa terdapat beberapa jenis wawancara kerja yang telah dikelompokkan dari segi tujuannya? Setiap jenis wawancara juga membutuhkan berbagai persiapan yang benar-benar matang, sehingga diharapkan dengan mengetahui jenis wawancara kerja tersebut maka Anda akan bisa merekrut kandidat yang memang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Apa saja jenis-jenis wawancara kerja yang wajib diketahui oleh tim HRD perusahaan?
1. Wawancara Standar (Standard Interview).
Wawancara ini merupakan jenis wawancara kerja yang paling sering dilakukan oleh kebanyakan perusahaan. Pewawancara dalam hal ini biasanya adalah merupakan staff HR, manajer departemen, atau utusan departemen. Pertanyaan yang seringkali diajukan dalam wawancara ini biasanya berhubungan dengan diri kandidat, misalnya tentang pengalaman bekerja sampai rencananya untuk lima tahun kedepan. Beberapa pewawancara biasanya juga akan meminta kandidat untuk menceritakan tentang beberapa kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Dengan begitu, pihak pewawancara akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana karakter kandidat yang mungkin saja akan direkrutnya nanti.
2. Wawancara Perilaku (Behavioral Interview).
Lebih sering disebut juga sebagai behavior interview test, tes wawancara ini memang hanya terfokus terhadap perilaku masa lalu untuk memprediksi bagaimana perilaku kandidat di masa depan. Banyak diantara perusahaan yang menyukai jenis wawancara seperti ini karena masih mampu dalam menganalisis bagaimana seseorang bekerja di kemudian hari setelah diterima. Beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan pada jenis wawancara seperti ini adalah keberhasilan dan kegagalan terbesar sampai tentang bagaimana caranya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang telah diberikan oleh atasan dengan sekaligus. Pihak pewawancarapun biasanya juga sekaligus dapat mempertimbangkan apakah jawaban yang telah diberikan oleh kandidat tersebut sudah sesuai dengan budaya kerja di perusahaan mereka atau tidak.
3. Wawancara Situasional (Situational Interview).
Untuk wawancara yang satu ini, pihak pewawancara akan lebih fokus terhadap kinerja dimasa depan. Pewawancara akan menyiapkan sebuah permasalahan dan akan langsung bertanya tentang bagaimana cara kandidat tersebut untuk menyelesaikan masalahnya. biasanya, pertanyaan yang akan diberikan berupa situasi kerja, contohnya seperti permasalahan yang mungkin saja akan dihadapi oleh kandidat tersebut. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengukur sejauh mana efektivitas dari solusi dan tindakan yang akan dilakukan oleh kandidat.
4. Wawancara Kasus (Case Interview).
Hampir sama dengan wawancara situasional, namun permasalahan yang akan diberikan lebih kepada isu-isu yang lebih spesifik. Wawancara ini lebih sering digunakan oleh perusahaan konsultan untuk mengukur kemampuan dari kandidat dalam menghadapi sebuah kasus. Beberapa orang menyebutnya sebagai pertanyaan study case (studi kasus). Pertanyaan yang akan diberikan bisa berupa pertanyaan kuantitatif. Pihak pewawancara akan menilai kemampuan dari si kandidat dalam mengidentifikasikan permasalahan dan bagaimana solusi yang nanti akan diberikan.
5. Wawancara Via Telepon.
Dalam wawancara ini, si kandidat tidak perlu datang ke perusahaan yang dilamar. Semuanya akan dilakukan melalui telepon. Wawancara ini bisa juga dilakukan dengan perantara media video call. Biasanya, wawancara ini sering dilakukan oleh perusahaan asing yang lokasinya tidak berada di negara kandidat atau mungkin saja posisi yang terlalu jauh dari perusahaan. Biasanya, wawancara ini dilakukan sebagai sebuah proses rekrutmen tahap pertama untuk mengetahui apakah kandidat memang benar-benar kompeten untuk mengikuti wawancara selanjutnya atau tidak.
Itulah beberapa wawancara yang wajib diketahui oleh tim HR perusahaan tentang jenis-jenis wawancara kerja yang sesuai dengan tujuan organisasi perusahaan. Mengetahui jenis wawancara kerja akan sangat membantu tim HR Anda dalam menentukan jenis interview mana yang lebih tepat untuk mengenal secara lebih jauh para kandidat dan untuk perekrutan yang terbaik bagi perusahaan. Dengan begitu, kandidat yang telah Anda pilihpun memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan budaya perusahaan Anda.
Apabila pembaca membutuhkan bantuan dan pendampingan tentang perkembangan bisnis dan konsultasi bisnis atau seputar software akuntansi, silahkan hubungi 0818521172, Simpati : 081-252-982-900, Office (only call no sms) : 0811-3444-910 atau email ke groedu@gmail.com bisa juga groedu_inti@hotmail.com



