
Semakin pesatnya perkembangan perekonomian dan dunia teknologi ternyata juga berdampak sangat besar pada dunia kerja, khususnya juga terhadap HRD yang berperan penting dalam system perekrutan tenaga kerja baru di perusahaan. Interaksi dari lingkungan kerja yang begitu dinamis, para karyawan dari generasi ke generasi yang berbeda, serta kondisi perusahaan yang setiap saat selalu berubah-ubah menjadikan tugas-tugas dari tim HRD juga ikut bertransformasi.
Dan berikut ini adalah beberapa tren HR di tahun 2018, yang kemungkinan besar sudah mulai tampak saat ini:
1. Lebih banyak bergantung dengan data-data.
Perkembangan teknologi yang sudah semakin canggih dan tugas-tugas HR yang semakin lebih dimudahkan dengan adanya data-data, maka untuk ke depannya tugas-tugas dari HRD akan menjadi lebih banyak untuk menganalisis data. Termasuk data yang berhubungan dengan karyawan yang tentunya sangat diperlukan untuk berbagai kebutuhan perusahaan. Meskipun untuk saat ini jenis tren seperti ini juga sudah mulai berjalan, namun untuk ke depannya akan semakin bertambah populer. Tugas-tugas dari administrasi HR semakin lebih cepat terselesaikan dengan bantuan dari perkembangan teknologi HR. Dengan menggunakan software HR maka tentunya tim HR perusahaan juga dapat menjadi lebih fokus terhadap hal-hal yang lebih bersifat strategis.
2. Proses perekrutan tenaga kerja lebih mengandalkan data-data.
Semakin majunya perkembangan teknologi juga semakin memungkinkan kita untuk memperoleh berbagai informasi terbaru dengan semakin mudah. Seorang HR akan bisa mengakses segala data-data tentang kandidat pelamar dengan lebih cepat dan akurat melalui ranah online. Tentunya hal ini juga akan sangat menghemat waktu daripada harus mengandalkan berbagai referensi dari si pelamar sendiri. Dengan begitu, Anda akan sangat terbantu untuk membuat keputusan yang lebih cepat. Selain itu, adanya perekrutan secara online menjadikan seorang HR akan bisa menjadi lebih memahami seputar perkembangan pasar.
3. Menjaga agar kemampuan (skill) karyawan tetap selalu ter-update.
Memang selama ini, perusahaan selalu mencari-cari tenaga dari luar untuk melakukan proses training dalam upaya untuk semakin meningkatkan skill dari karyawan, karena dengan menjaga agar skill karyawan tetap selalu ter update adalah suatu hal yang krusial bagi kelangsungan perusahaan. Untuk selanjutnya, tim HR akan menjadi lebih cermat dalam mengambil langkah, yaitu dengan melihat apa saja perbedaan skill yang dimiliki oleh setiap masing-masing karyawan. Karyawan yang satu bisa saja bertukar pengetahuan dan skill dengan karyawan yang lainnya, sehingga karena hal inilah yang akan semakin menghemat pengeluaran perusahaan.
4. Semakin lebih memperhatikan dari sisi kemanusiaan.
Salah satu dari kunci sukses perusahaan adalah dengan lebih menghargai eksistensi dari karyawannya dalam memanusiakan manusia, bukan sekedar sebagai mesin pekerja yang harus selalu siap untuk bekerja keras seperti apa yang perusahaan instruksikan. Perusahaan juga harus bisa mendorong para karyawannya agar tetap terhubung antara satu sama lainnya. Meskipun harus terbagi lagi ke dalam beberapa divisi-divisi, namun kebersamaan juga harus tetap ada tanpa melupakan setiap peran masing-masing.
5. Lebih memfokuskan terhadap mempertahankan dan kesejahteraan karyawan.
Kesejahteraan karyawan merupakan ujung tombak dari kesuksesan perusahaan. Karena itulah, maka hal itu harus menjadi prioritas utama dari divisi HR. Kesejahteraan karyawan merupakan hal tepenting dalam upaya untuk membangun mental karyawan. Karyawan yang merasa diperhatikan kesejahteraannya akan semakin menguatkan rasa komitmennya dan harus lebih berkontribusi kepada perusahaan. Bahkan untuk saat inipun, beberapa perusahaan banyak yang memberikan asuransi kesehatan tidak hanya untuk para karyawan, namun juga bagi keluarganya. Dan hasilnya, begitu positif dan semakin meningkatkan tingkat produktivitas perusahaan.
6. Mengubah sistem evaluasi tahunan perusahaan.
Selama ini, cara yang biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan dalam mengukur performa karyawannya adalah dengan mengevaluasi tahunan. Evaluasi seperti ini juga melibatkan angka-angka sehingga performa dari seorang karyawan akan selalu ditulis dalam bilangan maupun huruf-huruf tertentu. Sistem grade seperti ini yang dinilai masih sangat kaku sehingga memasuki tahun 2018 ini, tim HR akan mengubah cara pengukuran terhadap performa karyawan dengan berbagai komentar dan berdiskusi. Dengan begitu, tim HR akan bisa melakukan berbagai pendekatan. Pemberian bonus tahunan yang berdasarkan kepada performa kinerja juga sudah mulai ditinggalkan karena menurut penelitian, pemberian bonus memiliki dampak yang sangat kecil dalam upaya untuk mendongkrak semangat kerja karyawan.
Beberapa tren HR tahun 2018 diatas dapat menjadi sebuah referensi terbaik bagi Anda dalam membuat sebuah perencanaan. Sebagai seorang HR, Anda juga harus lebih tanggap dan selalu cekatan dalam menghadapi para karyawan. Beban kerja yang terlalu banyak jangan sampai menjadikan Anda sampai melalaikan tugas-tugas seperti ini. Buatlah diri Anda agar selalu ter-update dengan apapun kondisi perusahaan, teknologi, sosial, dan hal-hal lainnya yang berada di luar perusahaan yang bisa sangat berdampak besar kepada karyawan Anda.
Apabila pembaca membutuhkan bantuan dan pendampingan tentang perkembangan bisnis dan konsultasi bisnis atau seputar software akuntansi, software HRD, silahkan hubungi 0818521172, Simpati : 081-252-982-900, Office (only call no sms) : 0811-3444-910 atau email ke groedu@gmail.com bisa juga groedu_inti@hotmail.com



