
Untuk sebuah perusahaan, jika berbicara tentang harga bukan sekedar tentang berapa banyak yang harus dibayarkan oleh konsumen. Namun juga tentang postioning dari sebuah merek. Harga adalah sebagai pertanda bagi pembeli, untuk instrumen persaingan, dan sebagai salah satu cara dalam meningkatkan kinerja perusahaan dari sisi finansial.
Harga merupakan cermin persepsi dari pelanggan terhadap suatu produk. Produk yang memiliki nilai lebih tinggi di mata pelanggan, jangan sampai menjadi turun hanya karena harga yang telah ditetapkan terlalu rendah. Harga akan menjadi sebuah parameter pengukuran bagi para pelanggan, jika harga tersebut terlampau mahal, maka semestinya kualitas produk tersebut juga harus baik, begitu pula sebaliknya.
Karena alasan itulah, maka berikut ini konsultan manajemen autopilot akan menjelaskan tentang beberapa metode yang bisa Anda gunakan dalam menetapkan harga produk yang sesuai:
• Cost Based Price
Metode ini adalah yang paling untuk untuk digunakan. Caranya adalah dengan menghitung total biaya dari biaya tetap, biaya variable, dan biaya semi variable. Penentuan harga jual hanya dengan cara menambahkan total biaya dengan margin seuai dengan yang diinginkan, seperti:
1. Biaya Tetap/Fixed Cost.
Biaya ini merupakan biaya yang harus selalu ditanggung meskipun tidak ada penjualan yang terjadi, seperti: biaya peralatan, biaya sewa, pajak, asuransi, gaji karyawan, biaya iklan dan lain sebagainya.
2. Biaya Variable/Variable Cost.
Biaya yang tidak tetap dan jika meningkat akan meningkat secara keseluruhan sesuai dengan semakin meningkatnya kualitas penjualan.
3. Biaya Semi variable.
Biaya ini merupakan kombinasi dari biaya tetap dan biaya variable, seperti pada jenis usaha penginapan atau penyewaan kamar kost, jika kamar tidak ada penyewa, maka masih tetap ada beberapa pemeliharaan yang harus dikeluarkan dan pada beberapa kelas kamar bisa cukup tinggi nilai besarannya.
• Demand Based Price.
Demand based price merupakan harga yang ditetapkan berdasarkan dari permintaan dengan fungsi sebagai berikut: Q = 4000 – 40 P
Keterangan:
Q = Kuantitas yang diharapkan akan dapat terjual.
P = Tingkat harga tertentu.
Dari persamaan seperti di atas maka akan dapat diketahui bahwa tidak akan ada produk yang terjual jika harga yang ditetapkan adalah Rp 100 atau lebih dan apabila harga yang ditetapkan adalah Rp 0, maka permintaannya akan mencapai 4000 unit (pada kenyataannya akan bisa lebih dari 4000). Hal ini akan dapat digunakan untuk penetapan harga hanya berdasarkan permintaan.
• Competition Based Price.
Metode ini tidak terlalu memperhatikan permintaan dan biayanya, hal yang penting adalah harga menjadi bersaing dengan para pesaing. Pada UKM, metode seperti ini membutuhkan adanya dana yang sangat besar agar bisa bersaing dengan pasar. Jika salah sedikit saja maka akan bisa mengakibatkan bisnis Anda hancur karena tidak bisa menutupi biaya yang sudah terjadi.
• Mark up Price.
Penentuan harga dengan metode seperti ini adalah dengan cara menambahkan mark up untuk menutupi segala biaya-biaya yang ada dan keuntungan seperti apa yang diinginkan. Formulanya adalah sebagai berikut:
Harga jual = Biaya produk + mark up = Biaya produk + ( % x biaya produk)
Salah satu alasan menggapa penggunaan mark up pricing ini adalah untuk mengurangi adanya ketidakpastian pada biaya permintaan, dengan mendasarkan pada biaya :
1. Penetapan harga menjadi lebih sederhana dan penjual tidak perlu membuat penyesuaian terhadap adanya permintaan.
2. Fleksibilitasnya terletak pada bagaimana kemampuannya dalam mendukung tindakan untuk memaksimalkan keuntungan.
• Break Even Price.
Dalam metode break even price ini kita akan dapat mengetahui berapa banyak produk yang harus dijual agar dapat mengembalikan dana yang selama ini telah digunakan untuk berinvestasi pada produk tersebut. Metode seperti ini memiliki dua macam tahapan, yaitu: meneliti hubungan penerimaan-biaya dan memasukan ramalan penjualan actual ke dalam analisis tertentu. Anda masih bisa menggunakan formula berikut untuk mengetahui dimana titik breakevent dari sebuah produk yang akan Anda jual.
BEP (RP) = BTT1-BVP Atau BEP (Unit) = BTTH-BVR
Keterangan:
BEP : Titik break even. BTT : Biaya tetap total. BV: Biaya variable. P: Penjualan. H: Harga jual per unit. BVR: Biaya variable rata-rata.
Dalam metode ini, Anda harus lebih memperhatikan masalah dari kurangnya permintaan, karena berkaitan dengan harga, harga yang lebih optimal akan sangat dipengaruhi oleh hubungan antara harga jual eceran dengan jumlah produk yang nantinya akan dibeli oleh para konsumen. Dengan mengkombinasikan antara harga dan volume break even yang paling menguntungkan dengan cara lebih mempertimbangkan beberapa faktor-faktor berikut ini:
1. Faktor pesaing.
2. Pengalaman dalam hal penetapan harga.
3. Bagaimana kondisi produk yang sedang ditawarkan.
• Rate of Return Price.
Metode seperti ini sangat banyak disukai oleh para pengusaha, karena metode ini lebih memprioritaskan pengembalian modal. Dalam menjalankan prosedur tersebut yang harus lebih dipertimbangkan adalah dari faktor-faktor sebagai berikut, yaitu: estimasi permintaan dan penggunaan fasilitasnya. Pada metode seperti ini Anda harus bisa mengetahui grand total dari investasi. Setelah itu Anda harus melakukan perhitungan depresiasi. Formula untuk menghitung depresiasinya adalah sebagai berikut :
Depresiasi : Total aktiva tetap x 50% per tahun
Setelah kita melihat nilai investasinya, maka selanjtunya tentukan target penjualan per tahunnya. Kita bisa menghitung profitability Index (PI) dengan formula sebagai berikut:
PI : Kas bersih penerimaan/investasi
Jika hasilnya memang lebih dari satu, maka investasi masih bisa dikatakan untung. Terdapat beberapa cara lagi menghitung keuntungan dari sebuah bisnis, namun untuk hal akan dilanjutkan pada pembahasan artikel selanjutnya. Nah, itulah beberapa metode yang bisa dilakukan dalam menentukan harga dari suatu produk yang sesuai standar. Anda bisa mengaplikasikan salah satunya atau beberapa diantara metode di atas untuk menemukan metode seperti apa yang paling tepat untuk menjadikan bisnis Anda agar bia semakin untung dan lebih berkembang lagi. Terimakasih dan salam sukses.
Apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan software HRD & Payroll, membutuhkan bimbingan dalam pembuatan SOP manufacturing, membutuhkan software accounting dan Job costing, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu! Terimakasih dan salam sukses.



