
Dalam media massa pastinya sesekali Anda pernah mendengar ada istilah seperti inflasi dan deflasi serta tentu saja tingkat inflasi dan deflasi memang sangat berkaitan erat dengan bagaimana kondisi perekonomian dari suatu negara, yang akan bisa mempengaruhi kehidupan dari seluruh lapisan masyarakat. Secara umum, Anda akan bisa memahami inflasi sebagai sebuah kondisi di mana indeks harga barang akan terus mengalami kenaikan harga.
Dan sebaliknya, deflasi merupakan sebuah kondisi penurunan harga secara terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Dengan kata lain, pada saat terjadinya inflasi, peredaran mata uang di pasar menjadi terlalu tinggi, sedangkan deflasi adalah kebalikannya di mana peredaran mata uang menjadi sangat minim, sehingga menyebabkan terjadinya penurunan harga jual secara besar-besaran. Beberapa orang beranggapan jika deflasi menjadi lebih menguntungkan rakyat karena bisa memenuhi kebutuhan hidup dengan harga yang menjadi relatif lebih murah. Padahal sebenarnya kondisi yang demikian itu malah justru akan semakin mengacaukan kondisi perkonomian dari suatu Negara.
Karena alasan itulah, maka baik inflasi maupun deflasi tetap sama-sama merupakan masalah perekonomian dari suatu negara yang harus dengan segera bisa diatasi. Namun, ada baiknya jika terlebih dahulu Anda memahami tentang apa pengertian sebenarnya dari inflasi dan deflasi secara lebih mendalam agar bisa mengetahui dampak dari kedua kondisi tersebut bagi bisnis Anda.
1. Penyebab utama dari terjadinya inflasi dan deflasi pada perekonomian.
Seperti yang sudah pernah dijelaskan secara singkat diatas, inflasi menunjukkan tentang bagaimana kondisi indeks harga konsumen yang secara terus menerus akan mengalami peningkatan. Kenaikan harga semacam ini juga merupakan sebuah imbas dari naiknya biaya produksi. Sudah dapat dipastikan bahwa naiknya harga bahan baku serta upah buruh setiap tahunnya akan menjadikan biaya produksi menjadi semakin membengkak.
Dalam beberapa kasus, dari bertambahnya jumlah permintaan barang padahal jumlahnya masih tetap mengakibatkan jumlah barangpun menjadi sangat terbatas dan cukup langka. Karena itulah menjadi sangat tidak mengherankan jika kemudian akan mengalami kenaikan harga. Selain itu, adanya penambahan jumlah peredaran mata uang di pasaran yang dilakukan oleh pihak pemerintah untuk menutup kekurangan anggaran, juga akan semakin memicu naiknya harga barang. Logikanya adalah, jika uang beredar dua kali lipat, maka harga barangpun juga akan ikut naik dua kali lipat.
Dan sebaliknya, kondisi deflasi, khususnya di Indonesia sendiri, ketika terjadi biasanya dipicu oleh peraturan yang sudah dikeluarkan oleh Bank Indonesia apabila menjalankan program hemat anggaran, namun malah justru berakibat akan terjadinya deflasi. Selain itu, kebijakan pemerintah dengan cara meniadakan pajak atas barang dan jasa juga akan bisa menjadi penyebab utama dari terjadinya deflasi. Keterbatasan uang yang sudah beredar di masyarakat atau defisit rupiah akan semakin mengakibatkan terjadinya penurunan jumlah permintaan terhadap barang dan jasa.
2. Dampak dari terjadinya inflasi terhadap operasional perusahaan.
Bagi para pengusaha, inflasi dapat memberikan keuntungan tersendiri secara lebih maksimal, karena jumlah pendapatan akan menjadi lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tingkat kenaikan biaya produksinya. Inflasi yang ringan seperti ini juga akan semakin mendorong perekonomian negara akan menjadi lebih baik dengan adanya peningkatan pendapatan nasional. Namun, ketika laju inflasi menjadi lebih dari 30% dan hampir mencapai 100%, maka keadaan perekonomian perusahaan sedikit demi sedikit akan menjadi semakin kacau.
Karena, kondisi seperti ini akan semakin mengakibatkan harga barang-barang kebutuhan pokok akan menjadi melambung tinggi, sehingga dapat menyulitkan rakyat kecil. Bagi mereka yang sudah berstatus sebagai karyawan dengan jumlah pendapatan bulanan tetap, tentunya akan semakin menyulitkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya pada saat kenaikan harga sedang terjadi, karena kenaikan gaji juga tidak dapat langsung diberikan begitu saja oleh perusahaan.
Namun, di sisi lain jika laju inflasi sudah melebihi angka dari 100%, maka akan bisa menyebabkan penurunan investasi saham, mendorong kenaikan suku bunga, spekulasi penanaman modal, terhambatnya pembangunan ekonomi, defisit neraca pembarayan, ketidakstabilan ekonomi, sampai dengan semakin menurunnya kesejahteraan masyarakat.
3. Dampak terjadinya deflasi bagi sebuah perusahaan.
Kondisi deflasi yang terjadi pada suatu negara akan semakin menyebabkan para pebisnis akan terus berlomba-lomba untuk menekan harga jual demi mampu menarik minat dari para konsumen. Padahal untuk kondisi semacam ini akan semakin berakibat pada terjadinya kemerosotan keuntungan bisnis dan jika kondisi tersebut tetap terus dibiarkan, maka akan semakin memaksa perusahaan untuk gulung tikar lebih cepat dari yang diperkirakan, karena tidak sanggup untuk membendung tingginya biaya produksi dan gaji para karyawan. Dengan begitu, maka tentu saja akan semakin berimbas pula pada terjadinya PHK secara besar-besaran.
Namun demikian, terjadinya deflasi juga tidak selamanya selalu berdampak negatif. Jika laju deflasi tidak sampai melebihi angka dari 10% setiap tahunnya, maka kondisi perekonomian negara juga dapat semakin membaik. Karena deflasi mampu menguatkan nilai tukar mata uang dari suatu negara. Masyarakatpun menjadi semakin menyadari tentang betapa pentingnya menabung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di masa mendatang, sehingga bisa sedikit lebih berhemat dalam berbelanja bulanan.
4. Cara untuk terjadinya mengatasi inflasi dan deflasi.
Terjadinya inflasi dan deflasi dalam sebuah sistem perekonomian dari suatu negara juga tidak boleh dianggap remeh. Terlebih lagi jika kondisi keuangan dari sebuah negara juga masih terpengaruh secara langsung terhadap kehidupan bisnis dan berbagai kebutuhan masyarakat secara umum. Untuk alasan itulah, maka kebijaiakan moneter sangat perlu untuk segera diterapkan. Di Indonesia sendiri, kebijakan moneter seperti ini dikeluarkan oleh Bank Sentral yang memang secara khusus bertujuan untuk menstabilkan jumlah peredaran uang di masyarakat.
Pihak pemerintah pun memang sangat perlu untuk bisa menerapkan kebijakan yang lebih bersifat fiskal pada perekonomian Indonesia. Kebijakan seperti ini dibuat untuk menurunkan tingkat inflasi, mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan laju investasi, serta untuk menciptakan tingkat stabilitas perekonomian dari sebuah negara.
Itulah pengertian dariinflasi dan deflasi serta apa saja dampaknya bagi sebuah negara dan perusahaan Anda. Untuk mencegah dari terjadinya kerugian, maka perusahaan Anda harus dapat melakukan beberapa strategi internal, seperti efisiensi biaya internal, menekan biaya produksi, sampai melakukan inovasi dan variasi produk. Untuk alasan itulah, maka catat selalu setiap pengeluaran, pemasukan, dan laporan finansial dari bisnis Anda dengan menggunakan Software Accounting, aplikasi akuntansi yang sudah berbasis cloud yang dapat mengotomatisasi berbagai pencatatan keuangan perusahaan Anda. Apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan software HRD & Payroll, membutuhkan bimbingan dalam pembuatan SOP manufacturing, membutuhkan software accounting dan Job costing, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu! Terimakasih dan salam sukses.



