CARA MEMOTIVASI KARYAWAN GENERASI Z DI ERA INFLASI


Di tengah meningkatnya inflasi, pandemi yang berkepanjangan, dan adanya bayang-bayang resesi banyak pekerja muda telah mencapai titik puncak dan mulai terlihat mengalami penurunan. Penelitian baru menunjukkan bahwa setengah dari mereka di seluruh dunia telah mengalami penurunan kesehatan mental dan penurunan “diri sosial” mereka setelah pandemi.

Baca juga artikel terkait: TIPS KELOLA KARYAWAN GENERASI MILENIAL DALAM KANTOR

Lalu apa yang bisa perusahaan lakukan untuk mendukung karyawan muda saat ini. Berikut beberapa Langkah yang bisa dipertimbangkan.

1. Tawarkan Kesehatan mental. Ini mungkin terlihat seperti menawarkan gaji yang kompetitif, cuti berbayar, kebijakan cuti keluarga yang diperluas, dan insentif tambahan. Ini juga bisa berarti berbuat lebih banyak untuk mengatasi kelelahan karyawan: menggandakan kebijakan kerja yang fleksibel, menguji program kerja empat hari seminggu, dan menetapkan “hari bebas rapat” dan “jam jangan ganggu” untuk memastikan bahwa karyawan memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat dan mengisi ulang.

2. Jadikan orientasi sebagai latihan membangun komunitas. Orientasi bukanlah waktu untuk membicarakan manual pelatihan setebal 234 halaman. Ini adalah kesempatan untuk membangun hubungan. Ini biasa dilakukan dengan cara di mana karyawan baru mengikuti rekan kerja selama sehari dengan tujuan berlatih dan improvisasi diri. Hal ini bisa membuat karyawan baru merasa nyaman karena bisa mencoba hal baru dan tertawa di depan satu sama lain.

Baca juga artikel terkait: UPAYA MENINGKATKAN ENGGAGEMENT (PERSILANGAN) KARYAWAN LINTAS GENERASI PADA PERUSAHAAN

3. Dukung talenta muda dengan pembinaan. Alat penting untuk pembelajaran dan pengembangan adalah bimbingan dan dukungan lintas organisasi, yang memudahkan talenta generasi berikutnya untuk mendapatkan peluang pengembangan dan promosi secara profesional. Ini bisa berarti program “akselerator” enam bulan di mana peserta melakukan sesi pelatihan satu lawan satu dengan pelatih eksekutif eksternal dan menghadiri pertemuan kepemimpinan. Ini juga bisa berarti peer coaching, di mana rekan kerja saling membantu merefleksikan pengalaman dan membangun keterampilan.

Artikel diambil dari “Gen Z Employees Are Feeling Disconnected. Here’s How Employers Can Help,” by Adam Smiley Poswolsky